Mari Sejenak Bermuhasabah….

Assalamu’alaikum wr wb

Bismillahirrahmanirrahim…

Ya Allah, pada hari ini kami sangat bersyukur karena dapat berada di sini, di antara saudara-saudara seiman yang insyaAllah bertemu untuk taat kepada-Mu dan dan bersatu dalam dakwah-Mu.

Wahai saudaraku….

Hidup tak ubahnya seperti menelusuri jalan setapak yang becek di tepian sungai nan jernih. Kadang kita tidak sadar kalau lumpur yang melekat di kaki, di tangan, di badan, dan mungkin kepala bisa dibersihkan dengan air sungai yang kita telusuri. Boleh jadi, kesadaran itu sengaja kita ditunda hingga tujuan kita tercapai.

Tak ada manusia yang bersih dari salah dan dosa. Selalu saja ada debu-debu lalai yang melekat pada diri kita. Sedemikian lembutnya, terlekatnya debu kerap berlarut-larut tanpa terasa. Di luar dugaan, debu sudah berubah menjadi kotoran pekat yang menutup hampir seluruh tubuh.

Itulah keadaan yang kerap melekat pada diri manusia. Diamnya seorang manusia saja bisa memunculkan salah dan dosa. Terlebih ketika peran sudah merambah banyak sisi: keluarga, masyarakat, tempat kerja, organisasi, dan pergaulan sesama teman. Setidaknya, akan ada gesekan atau kekeliruan yang mungkin teranggap kecil, tapi berdampak besar.

Belum lagi ketika kekeliruan tidak lagi bersinggungan secara horisontal atau sesama manusia. Melainkan sudah mulai menyentuh pada kebijakan dan keadilan Allah swt. Kekeliruan jenis ini mungkin saja tercetus tanpa sadar, terkesan ringan tanpa dosa; padahal punya delik besar di sisi Allah swt.

Wahai saudaraku..

Rasulullah SAW bersabda ( dari Hurarirah r.a.) bahwa “ Seorang mukmin jika berbuat satu dosa maka timbul satu noktah hitam di hatinya. Jika dia bertobat dan beristighfar, hatinya akan kembali putih bersih. Jika ditambah dengan dosa lain, noktah itu pun bertambah hingga menutupi hatinya. Itulah ar-ran (karat) yang disebut-sebut Allah dalam ayat, “Sekali-ali tidak (demikian), sebenarnya apa yang mereka usahakan itu menutup hati mereka. (Al-Muthaffifin :14) (H.R. Ibnu Majah)

Rasulullah saw. pun pernah menyampaikan nasihat melalui Abu Hurairah r.a. “Segeralah melalukan amal saleh. Akan terjadi fitnah besar bagaikan gelap malam yang sangat gulita. Ketika itu, seorang beriman di pagi hari, tiba-tiba kafir di sore hari. Beriman di sore hari, tiba-tiba kafir di pagi hari. Mereka menukar agama karena sedikit keuntungan dunia.” (HR. Muslim)

Semoga kita tidak termasuk di dalamnya…

Saatnyalah kita merenungi diri untuk senantiasa minta ampunan Allah swt. Menyadari bahwa siapa pun yang bernama manusia punya kelemahan, kekhilafan. Dan istighfar atau permohonan ampunan bukan sesuatu yang musiman dan jarang-jarang. Melainkan harus terbangun taubat yang sungguh-sungguh.

Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara. Karena pintu taubat selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu membentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Karena “Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat.”
Karena itu, merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampaui batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka. Dan sungguh, Allah akan mengampuni dosa-dosa semuanya karena Dialah yang Maha Pengampun lagi Penyayang.

Wahai saudaraku

Sudahkah kita bertobat atas dosa-dosa yang telah kita lakukan?

Wahai saudaraku…

Jangan sampai kita termasuk Al-Musawwif, Orang yang mengulur-ulur saatnya bertaubat. Orang yang selalu mengatakan, “Besok saya akan taubat.” Tapi tidak pernah dilakukannya. Kalaupun bertobat, maka tobatnya itu hanyalah main-main belaka.

Karena Rasulullah penah bersabda (diriwayatkan oleh Ibnu Abas r.a.) “Binasalah orang-orang yang melambat-lambatkan taubat (musawwifuun).” Dalam surat Al-Hujurat ayat 21, Allah swt. berfirman, “Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, mereka itulah orang-orang yang zalim.

Abu Bakar pernah mendengar ucapan Rasulullah saw., “Iblis berkata, akan menghancurkan manusia dengan dosa-dosa dan dengan bermacam-macam perbuatan durhaka. Sementara manusia menghancurkan iblis dengan Laa ilaaha illaahu dan istighfar. Tatkala iblis mengetahui yang demikian itu, iblis menghancurkan manusia dengan hawa nafsu, sedang manusia mengira dirinya berpetunjuk.”

Wahai saudaraku …

Bertaubatlah dengan taubat nasuha, taubat yang sungguh-sunguh tidak setengah-setengah. Jangan sampai kita bertaubat dengan taubat kambuhan yang sangat bergantung pada cuaca hidup. Pagi taubat, sore maksiat. Sore taubat, pagi maksiat. Sedikit rezeki langsung taubat. Banyak rezeki kembali maksiat.

Sudahkah kita bulatkan tekad untuk meninggalkan dosa dan maksiat yang sudah kita lakukan? Dan tidak akan mengulangi lagi? Ataukah semua itu hanyalah kata-kata pemanis bibir belaka?

Wahai saudaraku..

Segeralah tunaikan kewajiban-kewajiban kepada Allah dan bersihkan diri kita dari barang yang haram. Marilah kita perbanyak ibadah dan mujahadah. Tanyakanlah kepada diri kita masing-masing sudahkah kita meminta maaf kepada siapa kita pernah berbuat zalim? Mengembalikan hak-hak orang yang pernah terzalimi, membangun kehidupan baru yang Islami?

Hanya Alahlah yang tahu, apakah benar seseorang telah taubat dengan sungguh-sungguh. Manusia hanya bisa melihat dan merasakan dampak dari orang-orang yang taubat. Atau, taubat hanya hiasan bibir yang terucap tanpa beban.

Hidup memang seperti menelusuri jalan setapak yang berlumpur dan licin. Segeralah mencuci kaki ketika kotoran mulai melekat. Agar risiko jatuh berpeluang kecil. Dan berhati-hatilah, karena tak selamanya jalan mendatar.

Bersegera bertaubat hanya dilakukan oleh mereka yang berakal sehat. Orang-orang yang menunda taubat ibarat seseorang yang ingin mencabut pohon yang mengganggu, namun karena merasa sulit mencabutnya ia menundanya hingga esok atau lusa, atau minggu depan, atau … tanpa ia sadari bahwa semakin hari akar pohon itu makin menghunjam di tanah, sedangkan ia semakin tua dan lemah.

Jangan menunda-nunda taubat karena mengandalkan rahmat dan ampunan Allah swt. Orang seperti itu ibarat seorang laki-laki yang menghabiskan seluruh hartanya dengan sia-sia dan meninggalkan keluarganya dalam kefakiran, lalu ia mengharapkan harta karun datang kepadanya tanpa bekerja. Mungkin harta karun itu ada, tapi orang ini jelas kurang sehat akalnya.

Wahai saudaraku renungkanlah …

Allah telah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang mukmin yang bersama Dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah Kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” At Tahrim:8

Wahai saudaraku…

Sesaat lagi kita akan memasuki bulan pengampunan, bulan Ramadhan yang “Syahrul Maghfirah”. Bulan ini adalah saat yang tepat untuk kita bertaubat. Bagi yang sudah bertaubat mari kita memperbarui taubat dan yang belum taubat marilah bergegas kepada ampunan Allah. Karena 10 hari kedua bulan Ramadhan merupakan masa maghfirah (ampunan) sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Abu Haurairah “Ramadhan, awalnya Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya dibebaskan dari api neraka” (H.R. Ibnu Huzaimah).

Wahai saudaraku …

Sudahkan kita mempersiapkan diri menyambut bulan mulia itu?

Wahai saudaraku, waspadalah!

Sebagaimana kewaspadaan Abu Bakar r.a. “ Demi Allah, jika salah satu kakiku telah menginjak surga, sedangkan satu kaki yang lain masih di luar surga, selama itu aku tidak akan merasa aman dari makar Allah. Lantas bagaimana dengan kita? Jangan sampai kita merasa aman, padahal belum jelas amalan kita untuk bekal di akhirat kelak.

Wahai saudaraku…

Marilah kita memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan selain Dia. Aku bertaubat kepada-Mu sebagai seorang hamba yang zalim, yang tidak memiliki daya upaya untuk memberi mudharat dan manfaat, untuk mematikan, menghidupkan dan membangkitkan.

Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Engkau telah menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berlindung kepada-Mu, ya Allah, dari segala kejahatan yang telah aku lakukan. Aku mengakui segala nikmat yang Engkau anugerahkan kepadaku dan aku mengakui aku telah berbuat dosa. Karena itu ya Allah, ampunilah dosaku sebab tidak ada yang dapat memberi ampun terhadap dosa-dosa itu kecuali engkau.

Ya Allah, pada detik ini kami bersimpuh di hadapan-Mu untuk melakukan taubat dengan memohon ampunan kepada-Mu. Di hadapan-Mu aku berjanji bahwa keburukan yang telah aku lakukan selama ini tidak akan pernah kulakukan lagi di masa –masa yang akan datang, dan aku tidak akan pernah kembali lagi kepada perbuatan-perbuatan dosa itu. Karena itu ya Allh, ampunilah semua dosaku, kesalahanku dan semua perbuatanku yang tidak sesuai dengan tuntunan-Mu. Engkau Maha Pemberi Ampunan dan Maha Penyayang.

Ya Allah aku tahu begitu banyak dosa pada diriku tetapi pengampunan-Mu jauh lebih luas daripada semua dosa yang telah kulakukan, begitu besar dosa yang sudah kulakukan tetapi pengampunan-Mu jauh lebih berat daripada dosa-dosaku. Karena sifat-Mu yang Maha Pengampun tidak satupun dosa yang luput dari ampunan. Aku menyadari bahwa aku telah melakukan amal-amal sesuai perintah-Mu tetapi amalku itu tidak ada artinya dibanding dengan rahmat-Mu. Begitu banyak amal yang kulakukan, tetapi rahmat-Mu jauh lebh banyak dari amalku, amalku tidak akan sebanding dengan rahmat-Mu, dan rahmat-Mu itu, ya Allah, jauh lebih luas daripada segala amal yang telah kulakukan. Karena itu ya Allah, ampunilah semua dosaku jauhkanlah dari aku segala kesalahanku dan limpahkanlah rahmat-Mu kepadaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Wahai saudaraku sungguh, bahkan Rasulullah pun bertaubat hingga 100 kali dalam satu hari.

Wallahua’lam.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s