SEANDAINYA BUKAN RAMADHAN

Awalnya tak ada yang berbeda dengan sahur hari ini, aku masih sendiri di kamar kos ku.

“assalamu’alaikum..mbak ini makanan sahurnya” teriak ibu katering yang senantiasa mengantarkan makanan sahurku setiap harinya, ibu Diah namanya. Dengan segera aku melepas mukena setelah shalat malam dan bergegas membuka pintu.

“wa’alaikumsalam, terima kasih ya Bu…” sahut ku sambil mengambil makanan tersebut.  Beberapa saat setelah  ibu Diah berbalik badan, beliau berteriak lagi “Masyaallah mbak…ada api…!!!” sambil menunjuk kearah atap rumah tetangga. Dengan spontan aku dan ibu Diah  berteriak “tolong..kebakaran..kebakaran…!!!” dan seketika itu pun semua warga keluar dari rumah, langsung memberikan pertolongan. Alhamdulillah dengan sekejap api dapat dipadamkan.

Alhamdulillah..seandainya ini bukan Ramadhan, mungkin tidak akan banyak orang yang terbangun diwaktu itu, dan mungkin sudah banyak rumah yang luluh lantah karena kebakaran akibat arus pendek saat itu. Semuanya karena kuasa Mu Ya Rabbi, berkah dari Ramadhan.

-RIZKA KARIMA-

diikutkan di lomba Cerpen 200 kata “Aku, Kamu dan Ramadhan”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s